Koran Digital Media Lampung

DKPPP Pesbar Minta Petani Segera Percepat Tanam
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) kembali mengingatkan para petani agar segera mengolah kembali lahan sawah yang telah selesai dipanen. Pasalnya, hingga awal April 2026 masih ditemukan cukup banyak lahan pertanian yang belum digarap kembali untuk musim tanam berikutnya, padahal sebagian besar petani telah menyelesaikan masa panen padi beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena percepatan tanam menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesinambungan produksi pangan daerah, terutama sebelum memasuki musim kemarau yang diperkirakan akan datang dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala DKPPP Pesbar, Irvan Leonardo Abdullah, S.P., M.Si., melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Muchtar Husin, S.P., mengatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas pertanian di lapangan, termasuk luas tambah tanam (LTT) dan realisasi panen di berbagai kecamatan. Menurutnya, meskipun capaian luas tanam padi sawah di Kabupaten Pesbar cukup baik dalam beberapa bulan terakhir, masih terdapat sejumlah lahan yang belum kembali dimanfaatkan oleh petani setelah panen.
“Memang sampai saat ini masih cukup banyak lahan sawah yang belum kembali digarap oleh petani, padahal pada umumnya mereka sudah selesai melakukan panen padi. Karena itu, kami kembali mengingatkan agar lahan tersebut segera diolah dan ditanami kembali,” kata Muchtar Husin.
Dijelaskannya, percepatan pengolahan lahan dan penanaman kembali padi menjadi langkah strategis untuk menjaga ritme produksi pertanian di daerah. Apabila lahan dibiarkan terlalu lama tanpa ditanami, potensi produksi pangan dapat menurun dan berdampak pada ketersediaan hasil panen pada musim berikutnya.
Selain itu, percepatan tanam juga dinilai penting untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang diperkirakan akan memasuki periode kemarau dalam waktu beberapa bulan mendatang. Dengan menanam lebih awal, petani memiliki peluang lebih besar untuk menyelesaikan masa tanam sebelum ketersediaan air di lahan sawah mulai berkurang.
“Jika lahan terlalu lama dibiarkan setelah panen, tentu akan memengaruhi jadwal tanam berikutnya. Karena itu, kami mengimbau para petani agar segera memanfaatkan waktu yang ada untuk melakukan pengolahan lahan dan percepatan tanam sebelum musim kemarau datang,” jelasnya.
Berdasarkan data rekapitulasi DKPPP Pesbar, realisasi luas tambah tanam padi sawah sejak Oktober 2025 hingga Maret 2026 mencapai 9.162,5 hektare. Aktivitas tanam tertinggi terjadi pada Desember 2025 yang mencapai 4.096 hektare, kemudian disusul November sebesar 2.093 hektare dan Oktober 1.301,5 hektare. Sementara itu, memasuki tahun 2026, aktivitas tanam masih tetap berjalan meskipun dengan luasan yang lebih kecil dibandingkan akhir tahun sebelumnya.
“Pada Januari 2026 tercatat luas tanam padi sawah mencapai 583 hektare, kemudian Februari 759 hektare, dan Maret 2026 sekitar 330 hektare. Untuk laporan harian pada 31 Maret 2026, tercatat tambahan penanaman seluas 9 hektare,” katanya.
Di sisi lain, realisasi panen padi juga cukup besar. Sejak Oktober 2025 hingga Maret 2026, total luas panen padi sawah di Kabupaten Pesbar tercatat mencapai 8.152,5 hektare. Pada Maret 2026 saja, luas panen mencapai 3.516 hektare, yang menjadi salah satu periode panen terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Besarnya luas panen tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar petani telah menyelesaikan masa panen di berbagai wilayah. Namun, belum seluruh lahan yang telah dipanen tersebut kembali diolah untuk musim tanam berikutnya.
“Setelah panen, biasanya memang ada jeda waktu sebelum petani kembali menanam. Namun, kami berharap jeda tersebut tidak terlalu lama sehingga lahan sawah bisa segera ditanami kembali dan siklus produksi tetap berjalan,” jelasnya.
Selain tanaman padi sawah, DKPPP Pesbar juga mencatat aktivitas tanam pada komoditas lain seperti padi ladang dan jagung. Sepanjang periode Oktober 2025 hingga Maret 2026, luas tanam padi ladang tercatat mencapai 1.006,5 hektare, sedangkan jagung mencapai 1.113 hektare.
Meski begitu, komoditas padi sawah tetap menjadi sektor utama dalam produksi pangan daerah sehingga percepatan tanam menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Terlebih lagi, keberhasilan produksi padi sangat dipengaruhi oleh pengaturan waktu tanam yang tepat sesuai kondisi musim.
DKPPP Pesbar bersama para penyuluh pertanian lapangan terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada para petani agar proses tanam dapat berjalan lebih optimal. Penyuluh pertanian juga diminta aktif mengingatkan kelompok tani di wilayah binaannya agar segera memanfaatkan lahan yang telah selesai dipanen.
“Kami melalui penyuluh pertanian terus menyampaikan imbauan kepada para petani agar segera melakukan percepatan tanam. Dengan begitu, diharapkan produksi padi di Kabupaten Pesbar tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan akibat keterlambatan masa tanam,” pungkasnya. (*)
