Koran Digital Media Lampung

Irigasi Jadi Kunci Swasembada Pangan di Lampung Barat
MEDIALAMPUNG.CO.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam memperjuangkan pembangunan irigasi ke pemerintah pusat dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Kebutuhan infrastruktur pengairan pertanian di daerah tersebut hingga kini masih menjadi pekerjaan besar, khususnya pada jaringan irigasi tersier sektor tanaman pangan.
Sebagai tindak lanjut kunjungan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, ke Kementerian Pekerjaan Umum RI beberapa waktu lalu, sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama yang diharapkan mendapatkan dukungan pembangunan dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Lampung Barat, Maidar, menjelaskan bahwa keberadaan irigasi memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas produksi pangan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa sebagian besar jaringan irigasi tersier di Lampung Barat saat ini masih berupa saluran tanah, sehingga rentan mengalami kerusakan, kebocoran, hingga kehilangan debit air sebelum mencapai lahan pertanian.
“Irigasi menjadi kebutuhan mendasar dalam mendukung swasembada pangan. Saat ini masih banyak jaringan irigasi tersier yang belum permanen, sebagian besar masih berupa saluran tanah sehingga efektivitas distribusi air belum optimal,” jelas Maidar.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan distribusi air tidak merata, terutama saat musim kemarau. Akibatnya, banyak lahan pertanian yang sebenarnya potensial belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan pasokan air.
Ia menambahkan, pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi tersier akan berdampak langsung terhadap peningkatan indeks pertanaman serta produktivitas petani.
“Jika jaringan irigasi tersier sudah permanen, petani bisa menanam lebih dari satu kali dalam setahun. Ini menjadi kunci peningkatan produksi pangan di Lampung Barat,” ujarnya.
Maidar menilai langkah Bupati Lampung Barat yang langsung membawa usulan pembangunan irigasi ke pemerintah pusat merupakan bentuk keseriusan daerah dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan bahwa selain pembangunan baru, banyak jaringan irigasi eksisting yang membutuhkan rehabilitasi total karena usia bangunan yang sudah lama dan belum menggunakan konstruksi permanen.
“Kita tidak hanya membutuhkan pembangunan irigasi baru, tetapi juga rehabilitasi jaringan lama agar fungsi pengairan kembali maksimal. Tanpa irigasi yang baik, sulit bagi petani meningkatkan produksi secara berkelanjutan,” katanya.
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mencatat sejumlah sentra produksi padi dan palawija di Lampung Barat memiliki potensi besar untuk dikembangkan apabila dukungan infrastruktur air terpenuhi secara memadai.
Dengan perbaikan jaringan irigasi, pemerintah daerah optimistis lahan pertanian yang sebelumnya kurang produktif dapat kembali dioptimalkan sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Harapan kami, usulan yang disampaikan Bupati dapat diakomodasi pemerintah pusat, karena pembangunan irigasi bukan hanya kebutuhan daerah, tetapi juga bagian dari strategi nasional dalam menjaga ketersediaan pangan,” tutup Maidar.




