Koran Digital Media Lampung

Realisasi Pajak Mamin dan Perhotelan di Lampung Barat Masih Rendah
MEDIALAMPUNG.CO.ID — Realisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) di Kabupaten Lampung Barat, khususnya dari sektor makanan dan minuman (mamin) serta jasa perhotelan, masih tergolong rendah hingga triwulan I 2026. Pemerintah daerah pun terus berupaya mengoptimalkan potensi yang ada agar target pendapatan dapat tercapai.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung Barat, Drs. Daman Nasir, M.P., menyampaikan bahwa capaian pajak dari sektor makanan dan minuman baru menyentuh angka 7,97 persen. Dari target sebesar Rp2 miliar, realisasi yang berhasil dikumpulkan baru sekitar Rp160 juta.
“Untuk PBJT makanan dan minuman, targetnya Rp2 miliar lebih, namun realisasinya masih di kisaran Rp160 juta atau sekitar 7,97 persen. Ini tentu masih perlu kita dorong bersama,” jelasnya.
Ia menilai, sektor kuliner sebenarnya memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan daerah. Seiring pertumbuhan usaha makanan dan minuman di Lampung Barat, diharapkan kesadaran wajib pajak juga semakin meningkat.
Selain itu, sektor jasa perhotelan juga menunjukkan capaian yang belum maksimal. Dari target sebesar Rp189 juta, realisasi baru mencapai Rp9 juta atau sekitar 4,83 persen.
Jika dirinci, pajak dari hotel mencatat realisasi Rp8 juta dari target Rp156 juta atau sebesar 5,42 persen. Sementara itu, pajak dari losmen baru terealisasi Rp730 ribu dari target Rp33,96 juta, atau sekitar 2,15 persen.
Menurutnya, rendahnya capaian pajak di sektor perhotelan tidak terlepas dari tingkat hunian yang belum stabil. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas kunjungan wisata yang belum sepenuhnya pulih dan merata di seluruh wilayah Lampung Barat.
“Perhotelan ini sangat bergantung pada tingkat kunjungan. Ketika okupansi rendah, maka otomatis pajak yang masuk juga ikut menurun,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya terus melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari pendataan ulang wajib pajak, peningkatan pengawasan, hingga sosialisasi kepada pelaku usaha agar lebih patuh dalam memenuhi kewajiban pajaknya.
Selain itu, koordinasi lintas sektor juga diperkuat guna menggali potensi-potensi baru yang dapat meningkatkan pendapatan daerah dari sektor PBJT.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap, dengan berbagai upaya tersebut, capaian pajak dari sektor makanan dan minuman serta perhotelan dapat meningkat signifikan pada triwulan berikutnya.
“Kami optimistis, dengan kerja sama semua pihak dan peningkatan kesadaran wajib pajak, target yang telah ditetapkan bisa tercapai hingga akhir tahun,” pungkasnya.




