Kemarau Tak Goyahkan Panen, Produksi Kopi Lampung Barat Tetap Aman dan Harga Stabil

MEDIALAMPUNG.CO.ID — Musim kemarau yang tengah berlangsung di Kabupaten Lampung Barat dipastikan belum memberikan dampak signifikan terhadap produksi kopi. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi para petani, mengingat sebagian besar wilayah saat ini mulai memasuki masa panen.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lampung Barat, Yudha Setiawan, menyampaikan bahwa tanaman kopi masih dalam kondisi aman meski intensitas hujan mulai berkurang.

“Sejauh ini tanaman kopi masih aman. Kemarau belum berdampak karena petani juga sudah mulai memasuki masa panen,” ujarnya.

Menurut Yudha, faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap hasil produksi kopi, terutama pada fase pembungaan. Ia menjelaskan, kondisi cuaca yang tepat saat tanaman berbunga akan menentukan kualitas hasil panen.

Jika pada masa pembungaan kondisi cuaca relatif kering, maka peluang mendapatkan hasil panen yang baik akan semakin besar. Sebaliknya, jika hujan turun dengan intensitas tinggi saat bunga mulai berkembang, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerontokan bunga yang berdampak pada penurunan produksi.

“Kalau saat pembungaan cuaca mendukung, hasilnya bisa maksimal. Namun jika hujan deras terjadi saat bunga berkembang, itu bisa menyebabkan bunga rontok dan memengaruhi hasil panen,” jelasnya.

Saat ini, sejumlah wilayah di Lampung Barat telah mulai melakukan aktivitas panen. Di Kecamatan Batu Brak, petani bahkan sudah melakukan penjemuran biji kopi hasil panen. Sementara itu, wilayah Kecamatan Lumbok Seminung dan Balik Bukit diperkirakan akan memasuki masa panen pada Mei hingga Juni mendatang.

Untuk wilayah Sekincau dan Sumber Jaya, puncak panen diprediksi terjadi pada Agustus. Sedangkan wilayah Suoh menjadi daerah terakhir yang akan memulai masa panen, yakni sekitar Oktober.

Dari sisi harga, kopi di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp45.000 per kilogram untuk kualitas asalan. Harga tersebut dinilai cukup stabil dan masih memberikan keuntungan bagi petani.

Meski demikian, Yudha mengingatkan para petani untuk tetap waspada terhadap dampak kemarau. Ia menyarankan agar petani meningkatkan perawatan tanaman, terutama dengan memperhatikan keberadaan tanaman penaung.

Menurutnya, tanaman penaung memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan tanah serta melindungi tanaman kopi dari paparan sinar matahari berlebih.

“Mengingat cuaca panas, petani disarankan melakukan pemeliharaan penaungan dan menambah tanaman penaung. Hal ini penting untuk mengurangi intensitas cahaya matahari langsung yang dapat berdampak pada tanaman,” terangnya.

Selain itu, petani juga diminta lebih intensif dalam melakukan pemantauan kondisi tanaman di lapangan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi secara dini jika terjadi gangguan, baik akibat cuaca maupun serangan hama dan penyakit.

“Petani harus rutin melakukan pengamatan. Dengan begitu, jika ada gejala gangguan dapat segera ditangani,” pungkasnya.

Lusiana Purba
Lusiana Purba
Articles: 4