DKPPP Intensifkan Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

MEDIALAMPUNG.CO.ID — Menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mengingatkan kelompok peternak maupun pemilik ternak agar lebih intensif memperhatikan kesehatan hewan yang akan dijual sebagai hewan kurban.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan yang beredar di masyarakat benar-benar sehat, layak, dan aman dikonsumsi.

Pemerintah daerah melalui DKPPP menilai kesehatan hewan ternak menjadi faktor penting seiring meningkatnya permintaan hewan kurban setiap tahun. Karena itu, peternak diharapkan tidak hanya fokus pada ketersediaan jumlah ternak, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan hewan tetap terjaga.

Kepala DKPPP Pesbar, Irvan Leonardo Abdullah, melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Rahmat Nursan, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah pencegahan guna memastikan ternak tetap dalam kondisi sehat.

Salah satu upaya yang ditekankan kepada peternak adalah pemberian obat cacing dan vitamin secara rutin pada hewan ternak yang dipersiapkan sebagai hewan kurban.

“Kami mengingatkan kelompok ternak maupun pemilik ternak, khususnya yang akan menjual hewan kurban menjelang Iduladha, agar lebih intensif memperhatikan kesehatan ternaknya. Salah satunya dengan memberikan obat cacing dan vitamin secara rutin agar kondisi ternak tetap sehat dan layak dijadikan hewan kurban,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, pemberian obat cacing merupakan langkah penting untuk mencegah ternak terinfeksi parasit, khususnya cacing hati yang dapat memengaruhi kesehatan hewan. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi tersebut berpotensi menurunkan kualitas daging dan berdampak pada kelayakan hewan sebagai kurban.

Selain itu, DKPPP juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di berbagai sentra peternakan di wilayah Pesbar.

“Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ternak yang terjangkit penyakit menular,” katanya.

Sejumlah penyakit yang menjadi perhatian di antaranya Lumpy Skin Disease (LSD), Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta scabies yang dapat menyerang sapi, kambing, maupun domba.

Menurutnya, kesehatan hewan kurban harus menjadi prioritas utama karena tidak hanya berkaitan dengan kelayakan ibadah, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat yang mengonsumsi daging tersebut.

“Kesehatan hewan kurban sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Karena itu, kondisi ternak harus benar-benar terjamin,” jelasnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, DKPPP Pesbar juga telah menyiapkan stok obat cacing dan vitamin bagi ternak, khususnya yang dipersiapkan sebagai hewan kurban menjelang Iduladha.

Selain itu, DKPPP membuka ruang koordinasi bagi kelompok peternak maupun pemilik ternak yang membutuhkan dukungan terkait kesehatan hewan. Peternak diimbau segera berkoordinasi apabila membutuhkan bantuan pemberian obat, vitamin, maupun pemeriksaan kesehatan ternak.

“Kami berharap peternak dapat berkoordinasi dengan DKPPP Pesbar, terutama terkait kebutuhan kesehatan ternak yang akan dijual sebagai hewan kurban,” katanya.

Rahmat menambahkan, program vaksinasi PMK untuk ternak sapi di Pesbar juga telah rampung dilaksanakan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit.

Sebanyak 100 dosis vaksin telah didistribusikan kepada ternak sapi sebelum momentum Iduladha tahun ini.

“Terkait vaksin PMK, seluruhnya sudah direalisasikan. Total 100 dosis telah didistribusikan sebelum Iduladha,” ujarnya.

Hingga saat ini, DKPPP belum menerima laporan adanya kasus penyakit yang menyerang hewan ternak di wilayah Pesbar. Meski demikian, peternak tetap diimbau untuk menjaga kebersihan kandang serta memastikan kualitas pakan ternak tetap baik.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya tahan tubuh ternak agar tidak mudah terserang penyakit.

“Sejauh ini belum ada laporan kasus penyakit pada ternak. Mudah-mudahan seluruh ternak tetap sehat hingga Iduladha,” pungkasnya.

Yayan Prantoso
Yayan Prantoso
Articles: 8