Koran Digital Media Lampung

ISPA Dominasi Kunjungan, Puskesmas Bangkunat Catat 473 Kasus Penyakit
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) masih menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar). Data pelayanan kesehatan terbaru menunjukkan bahwa penyakit tersebut menempati posisi teratas dalam daftar penyakit dengan jumlah kasus baru tertinggi dibandingkan jenis penyakit lainnya yang ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama tersebut.
Kepala UPTD Puskesmas Bangkunat, Ns. Bayu Irwanto, S.Kep., mengatakan bahwa berdasarkan pencatatan kunjungan pasien dalam periode terakhir, total terdapat 473 kasus baru dari berbagai jenis penyakit yang ditangani oleh tenaga kesehatan di puskesmas tersebut. Dari jumlah tersebut, infeksi saluran pernapasan atas menjadi penyakit yang paling dominan dengan jumlah 56 kasus baru.
“Berdasarkan data kunjungan pasien di Puskesmas Bangkunat, penyakit yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA dengan jumlah 56 kasus baru,” kata Bayu Irwanto.
Dijelaskannya, tingginya kasus ISPA di masyarakat umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan kondisi cuaca, daya tahan tubuh yang menurun, hingga kebiasaan masyarakat yang kurang memperhatikan kesehatan lingkungan. Kondisi tersebut membuat penyakit yang menyerang saluran pernapasan itu relatif mudah menyebar, terutama pada musim pancaroba.
“Selain ISPA beberapa penyakit lain juga tercatat cukup tinggi dalam data pelayanan kesehatan di Puskesmas Bangkunat,” jelasnya.
Lanjutnya, penyakit gout atau yang lebih dikenal sebagai asam urat tercatat sebanyak 53 kasus baru, jumlah yang sama dengan kasus demam yang tidak terklasifikasi secara spesifik. Kedua penyakit tersebut menjadi jenis keluhan kesehatan yang juga cukup sering ditemukan ketika masyarakat datang berobat ke puskesmas.
Menurut Bayu, tingginya angka kasus asam urat menunjukkan bahwa penyakit metabolik masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang cukup dominan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut umumnya berkaitan erat dengan pola makan sehari-hari yang kurang seimbang serta gaya hidup yang tidak sehat.
“Kasus gout atau asam urat cukup banyak kami temukan. Hal ini biasanya berkaitan dengan kebiasaan konsumsi makanan tertentu serta pola hidup yang kurang sehat,” ujarnya.
Selain penyakit metabolik, Masih kata dia, sejumlah penyakit tidak menular juga tercatat cukup menonjol dalam data pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bangkunat. Salah satunya adalah hipertensi primer yang mencapai 38 kasus baru. Jumlah yang sama juga ditemukan pada kasus sakit kepala yang menjadi salah satu keluhan umum masyarakat ketika memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Dikatakannya bahwa hipertensi masih menjadi salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Faktor pemicu hipertensi sendiri umumnya berkaitan dengan pola makan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, hingga tingkat stres yang tinggi.
“Hipertensi masih menjadi penyakit yang cukup banyak kami temukan. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan pola makan, gaya hidup, serta kurangnya aktivitas fisik,” jelasnya.
Dalam data yang sama, penyakit pilek atau common cold yang secara medis dikenal sebagai acute nasopharyngitis juga tercatat sebanyak 34 kasus. Sementara itu, gastritis atau radang lambung berada di posisi berikutnya dengan jumlah 33 kasus baru. Selain itu, penyakit diabetes melitus tercatat sebanyak 32 kasus. Penyakit-penyakit tersebut umumnya berkaitan erat dengan kebiasaan hidup masyarakat sehari-hari, terutama pola makan serta tingkat aktivitas fisik yang dijalani.
“Sebagian besar penyakit yang kami tangani memang berkaitan dengan pola hidup masyarakat, seperti kebiasaan makan, aktivitas fisik, hingga tingkat kesadaran untuk menjaga kesehatan,” katanya.
Dikatakannya, tidak hanya penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan dan metabolik, beberapa penyakit kulit juga masuk dalam daftar kasus yang cukup sering ditangani di Puskesmas Bangkunat. Salah satunya adalah dermatitis yang tercatat sebanyak 26 kasus. Selain itu, infeksi saluran pernapasan atas pada beberapa lokasi sekaligus juga ditemukan sebanyak 25 kasus.
“Selain penyakit infeksi, kami juga masih menemukan kasus penyakit yang berkaitan dengan gangguan pencernaan, kulit, serta penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi,” jelasnya.
Masih kata Bayu, data pelayanan kesehatan di Puskesmas Bangkunat juga menunjukkan cukup banyaknya kasus yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Beberapa di antaranya adalah pulpitis atau radang pulpa gigi yang tercatat sebanyak 21 kasus, retained dental root atau sisa akar gigi dengan jumlah yang sama, serta nekrosis pulpa sebanyak 20 kasus. Tingginya kasus gangguan kesehatan gigi dan mulut tersebut menjadi indikator bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan gigi masih perlu ditingkatkan melalui edukasi serta pemeriksaan rutin.
“Masalah kesehatan gigi juga cukup banyak kami temukan, mulai dari radang pulpa hingga sisa akar gigi. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan melakukan pemeriksaan secara berkala,” ujarnya.
Ia menilai, tingginya kasus berbagai jenis penyakit di wilayah kerja Puskesmas Bangkunat tidak terlepas dari sejumlah faktor, seperti kondisi lingkungan, perubahan cuaca, serta pola hidup masyarakat yang masih perlu diperbaiki. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif terus digencarkan oleh pihak puskesmas melalui berbagai program penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Sejumlah kegiatan edukasi kesehatan secara rutin dilaksanakan, mulai dari kegiatan posyandu, kunjungan lapangan oleh tenaga kesehatan, hingga penyuluhan langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar menjaga pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan, serta memeriksakan kesehatan secara berkala ke fasilitas pelayanan kesehatan,” pungkasnya.(*)




