Harga Plastik Melonjak, Diskopdag Pesbar Siapkan Survei ke Pelaku UMKM

MEDIALAMPUNG.CO.ID — Kenaikan harga berbagai jenis plastik di pasaran mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar).

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopdag) Pesbar berencana melakukan survei langsung ke sejumlah pelaku UMKM serta pedagang plastik guna mengetahui kondisi harga terbaru sekaligus dampaknya terhadap aktivitas usaha masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskopdag Pesbar, M. Ma’ruf, S.P., melalui Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Nani Fatimah Ibrahim, S.E., mengatakan pihaknya telah menerima berbagai laporan dan keluhan dari pelaku UMKM terkait lonjakan harga plastik yang dinilai cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang dihimpun dari pelaku usaha maupun pedagang di wilayah Pesbar, harga sejumlah jenis plastik saat ini dilaporkan mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak langsung terhadap biaya operasional usaha, terutama bagi pelaku UMKM yang sangat bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan produk.

“Informasi yang kami terima dari pelaku UMKM maupun pedagang menyebutkan bahwa harga berbagai jenis plastik saat ini mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya. Karena itu, dalam waktu dekat kami akan melakukan survei langsung kepada pedagang plastik untuk mengetahui harga yang berlaku di pasaran sekaligus memastikan sejauh mana kenaikan tersebut terjadi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini Diskopdag Pesbar secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat di berbagai pasar tradisional maupun pusat perdagangan lainnya. Namun, pemantauan secara khusus terhadap harga plastik belum menjadi bagian dari kegiatan rutin dinas tersebut.

“Biasanya Diskopdag lebih fokus pada monitoring harga bahan pokok. Namun melihat kondisi saat ini, kami menilai perlu dilakukan survei terkait harga plastik yang mengalami kenaikan cukup tinggi, sekaligus melihat dampaknya terhadap pelaku UMKM,” jelasnya.

Survei tersebut nantinya akan difokuskan pada pedagang plastik serta pelaku usaha yang menggunakan plastik sebagai bahan kemasan utama. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi harga di lapangan, termasuk faktor-faktor yang memicu kenaikan.

Plastik masih menjadi komponen penting dalam aktivitas usaha masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM di sektor kuliner, perdagangan kecil, hingga usaha minuman kemasan. Sebagian besar produk makanan dan minuman yang dijual pelaku UMKM di Pesbar masih menggunakan plastik sebagai pembungkus atau wadah.

“Kalau melihat kondisi saat ini, tentu kenaikan harga plastik cukup berdampak. Sebab mayoritas pelaku UMKM di Pesbar menggunakan plastik untuk membungkus makanan, minuman, maupun produk lainnya,” katanya.

Ia mengakui sejumlah pelaku usaha mulai merasakan tekanan akibat kenaikan harga tersebut. Beberapa di antaranya terpaksa menyesuaikan pengeluaran untuk membeli bahan kemasan agar usaha tetap berjalan normal.

Tidak hanya pelaku UMKM, kondisi ini juga mulai dirasakan pedagang sembako di sejumlah pasar tradisional. Berdasarkan laporan yang diterima Diskopdag, sebagian pedagang mulai mencari alternatif untuk mengurangi penggunaan plastik dalam transaksi sehari-hari.

“Sementara ini kami juga menerima laporan bahwa beberapa pedagang sembako mulai menyiasati kondisi tersebut dengan menggunakan kardus sebagai pembungkus belanjaan, karena harga plastik yang terus naik membuat biaya operasional meningkat,” pungkasnya.

Yayan Prantoso
Yayan Prantoso
Articles: 6